Main Article Content

Abstract

Pengelolaan obat di Puskesmas merupakan salah satu indikator mutu pelayanan kefarmasian yang penting karena menentukan keberhasilan manajemen Puskesmas. Kegiatan pengelolaan obat di Puskesmas menyangkut aspek perencanaan, permintaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pemusnahan, pengendalian, serta pencatatan dan pelaporan. Kegiatan ini betujuan agar obat dapat dikelola secara optimal untuk menjamin ketepatan jumlah dan jenis pembekalan farmasi dalam upaya mencapai tujuan yang ditetapkan diberbagai tingkat unit kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan obat di Puskesmas Terminal Kota Banjarmasin. Parameter yang digunakan yaitu Ketepatan Perencanaan Obat, Kesesuaian Item Obat yang Tersedia Dengan DOEN 2021, Persentase Obat yang Tidak Diresepkan Selama 6 Bulan, dan Persentase Obat Kadaluwarsa atau Rusak. Penelitian merupakan penelitian non eksperimental bersifat deskriptif yang dilakukan secara kualitatif menggunakan data retrospektif yaitu RKO dan LPLPO dari periode Januari – Desember 2021. Hasil penelitian menunjukkan evaluasi pengelolaan obat di Puskesmas Terminal Kota Banjarmasin yaitu: ketepatan perencanaan obat (68%), kesesuaian item obat yang tersedia dengan DOEN 2021 (54%), obat yang tidak diresepkan selama 6 bulan (18%) dan obat yang kadaluwarsa atau rusak (4%). Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa sistem pengelolaan obat di Puskesmas Terminal Kota Banjarmasin belum memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Article Details