Main Article Content

Abstract

Pengelolaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit sangat penting dilakukan untuk menjamin kualitas obat, Selain untuk menjaga ketersediaan farmasi agar tetap pada kondisi yang baik, penyimpanan pada sediaan farmasi juga penting karena untuk menjaga obat tidak rusak, tidak kadaluarsa, terhindar dari stok mati dan perputaran obat dalam 1 tahun berjalan dengan maksimal. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental yang bersifat deskriptif. Data kualitatif diperoleh dari hasil observasi menggunakan form check list berdasarkan Permenkes nomor 72 tahun 2016. Data kuantitatif berdasarkan penelusuran indikator penyimpanan obat yaitu kecocokan obat dengan kartu stok, Turn Over Ratio (TOR), persentase nilai obat ED atau rusak. Hasil penelitian  di RS X Sangatta terdapat beberapa  penyimpanan belum sesuai dengan standar yang sudah ditentukan. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang dilakukan, persentase sebesar 33%, metode penyimpanan hasil sebesar 80%, komponen penyimpanan di dapatkan persentase sebesar 100%, pengaturan penyimpanan 100%, pengelolaan obat emergency 100%, dan peralatan penyimpanan sebesar 100%. Hasil evaluasi penyimpanan obat di RS X Sangatta dengan indikator penyimpanan obat menunjukan hasil TOR sebanyak 1,89 kali/periode, persentase obat kadaluarsa atau rusak 5,2%, persentase stok mati 9,03% dan persentase kecocokan obat dengan kartu stok 100%.

Article Details