GAMBARAN AMFETAMIN PADA URIN PASIEN KLINIK PRATAMA INSTITUSI PENERIMA WAJIB LAPOR (IPWL) BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) BANJARBARU MARET 2017

  • Noberto Kurniadi Akademi Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru Jl. Kelapa Sawit 8 Bumi Berkat No.1 Telp. (0511) 7672224 Banjarbaru Kalimantan Selatan 70714
  • Nafila Nafila Akademi Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru Jl. Kelapa Sawit 8 Bumi Berkat No.1 Telp. (0511) 7672224 Banjarbaru Kalimantan Selatan 70714
  • Sari Wahyunita Akademi Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru Jl. Kelapa Sawit 8 Bumi Berkat No.1 Telp. (0511) 7672224 Banjarbaru Kalimantan Selatan 70714

Abstract

ABSTRAK Amfetamin (Amphetamine atau Alfa-Metil-Fenetilamin atau beta-fenil-isopropilamin atau benzedrin ) merupakan kelompok obat psikoaktif sintetis yang di sebut system saraf pusat (SSP). Tujuan umum pemeriksaan Amfetamin Untuk mengetahui hasil positif Amfetamin pada sampel urin pasien rawat jalan Klinik Pratama Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Badan Narkotika Nasional (BNN) di Banjarbaru. Metode Penelitian menggunakan metode survey deskriptif. Tempat penelitian dilakukan di Klinik Pratama Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Badan Narkotika Nasional (BNN) Banjarbaru. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2017. Metode Analisa menggunakan metode Immunokromatografi Kompetitif dengan strip test Amfetamin. Populasi penelitian ini adalah pasien rawat jalan Klinik Pratama Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Badan Narkotika Nasional (BNN) Banjarbaru. Sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah urin pasien rawat jalan Klinik Pratama Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Badan Narkotika Nasional (BNN) Banjarbaru dengan metode Total Sampling. Hasil penelitian dari 24 sampel terdapat 6 sampel positif Amfetamin (25%) dan negatif 18 sampel (75%). Karakteristik berdasarkan umur 16-20 tahun dengan persentase (50%) dan berumur 21-25 tahun persentase sebesar (50%), karena di usia ini masih berada pada usia labil. Berdasarkan hasil pemeriksaan sampel urin pasien ada terdapat Amfetamin di Klinik Pratama Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Badan Narkotika Nasional (BNN) Banjarbaru 24 sampel terdapat 6 sampel positif Amfetamin dengan persentase 25% dan negatif 18 sampel dengan persentase 75%. Kata Kunci : Amfetamin, Strip Test, Klinik Pratama IPWL BNN Banjarbaru

References

DAFTAR PUSTAKA

Alex Sobur. 2003. Psikologi Umum.

Bandung: Pustaka Setia

BNN Banjarbaru. 2016. Data

Rekapitulasi Data Narkoba

Daerah Banjarbaru. Banjarbaru :

BNN Banjarbaru

BNN.2005. Hasil Penelitian

Penyalahgunaan dan Peredaran

Gelap Narkoba pada Kelompok

Rumah Tangga Tahun 2005.

Jakarta

Chatarina, U,W dan Rosida, N. 2002. Faktor Risiko dalam Keluarga

terhadap Penyalahgunaan

Napza.Dalam Majalah

Kesehatan Perkotaan. Jakarta:

Pusat Penelitian Kesehatan

Universitas Katolik Atma Jaya

Hal. 1

Djamaluddin, M. 2014. HUBUNGAN FAKTOR INDIVIDU DENGAN PENYALAHGUNAAN

pembinaan dan pengawasan terhadap pasien yang positif Amfetamin.

V. UCAPAN TERIMAKASIH

Dalam kesempatan ini penulis ucapkan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga tercinta atas dukungan moril dan materialnya.

Tidak lupa penulis ucapkan terimakasih kepada Ibu Nafila, M.Si selaku dosen pembimbing utama, Ibu Sari Wahyunita selaku dosen pembimbing pendamping dan Bapak Drs. Jasmadi Joko Kartiko, Apt.MS selaku penguji yang telah banyak memberikan masukan dan saran terhadap Karya Tulis Ilmiah ini.

NARKOBA PADA TAHANAN

POLRESTABES KOTA

MAKASSAR. Fakultas

Kesehatan Masyrakat. UNHAS.

Makassar

Landau. 2004. Psikologi

Perkembangan. Jakarta:

PT.Grasindo

Hawari, D. Dr. Prof. 1991. Pendekatan

Psikiatri Klinis pada Penyalahgunaan

Zat.Tesis.Jakarta: Fakultas Pasca Sarjana UI

Tjay H T, DRS dan Rahardja K, DRS. 2007. Obat –Obat Penting Kasiat Penggunaan dan Efek-Efek Sampingnya. Jakarta : Gramedia

Priyanto. Drs. 2009. Toksikologi, Mekanisme, Terapi Antidotum, Dan Penilaian Risiko. Depok : Leskonfi (Lembaga Studi dan Konsultasi Farmakologi)

Published
2017-09-17
Section
Articles